E-BUSINESS
Pengertian,
Ruang Lingkup, Jenis, dan Syarat Fasilitas yang harus ada di E-business
·
Pengertian
E-Business
E-Business
adalah bentuk bisnis dengan menggunakan media elektronik atau dengan kata lain,
menggunakan peralatan teknologi informasi untuk melakukan
bisnis. E-Business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara
otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik.
E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan
data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga
banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan,
serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
Dengan berkembangnya teknologi yang mendukung semua aktifitas bisnis maka beralihlah perkembangan bisnis dari yang konvensional menuju era bisnis elektronik. Perkembangan teknologi juga membuat bisnis jadi lebih mudah dan lebih murah apabila dibandingkan dengan cara bisnis konvensional. Karena kemudahannya ini lah menyebabkan semakin banyak bisnis yang dapat dilakukan orang tanpa modal yang besar. Dan berkembang pula jenis-jenis bisnis elektronik yang semakin menarik untuk dibahas karena keberagaman jenis bisnis elektronik. E-business merupakan suatu bentuk bisnis berbasis media elektronik, seperti televisi dan radio. Namun, kini e-business dikenal masyarakat ketika marak menggunakan media internet. Sehingga definisi dari e-business berubah menjadi bisnis berbasis internet. Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat e-business terus berevolusi dan menyesuaikan dengan teknologi yang ada.
Dengan berkembangnya teknologi yang mendukung semua aktifitas bisnis maka beralihlah perkembangan bisnis dari yang konvensional menuju era bisnis elektronik. Perkembangan teknologi juga membuat bisnis jadi lebih mudah dan lebih murah apabila dibandingkan dengan cara bisnis konvensional. Karena kemudahannya ini lah menyebabkan semakin banyak bisnis yang dapat dilakukan orang tanpa modal yang besar. Dan berkembang pula jenis-jenis bisnis elektronik yang semakin menarik untuk dibahas karena keberagaman jenis bisnis elektronik. E-business merupakan suatu bentuk bisnis berbasis media elektronik, seperti televisi dan radio. Namun, kini e-business dikenal masyarakat ketika marak menggunakan media internet. Sehingga definisi dari e-business berubah menjadi bisnis berbasis internet. Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat e-business terus berevolusi dan menyesuaikan dengan teknologi yang ada.
·
Ruang
lingkup E-Business
Ruang Lingkup E Bussiness: Dijelaskan dengan Prinsip (4 W) Yaitu: What, Where, Who dan Why.
a. What
b. Who
c. Where
d. Why
Ruang Lingkup E Bussiness: Dijelaskan dengan Prinsip (4 W) Yaitu: What, Where, Who dan Why.
a. What
b. Who
c. Where
d. Why
a) Dimensi WHAT
Banyak orang mempertukarkan istilah e-Business dengan
e-Commerce. Secara prinsip, pengertian e-Business jauh lebih luas dibandingkan
dengan e-Commerce; bahkan secara filosofis, e-Commerce merupakan bagian dari
e-Business. Jika e-Commerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau
mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, e-Business
memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi
antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya,
kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi
antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.
Adanya internet telah memungkinkan perusahaan untuk menjalin
komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan berjuta-juta bahkan
bermilyar-milyar entiti (pelanggan, mitra, pesaing, pemerintah, dsb.) yang ada
di dunia maya; karena sifat komunikasi tersebut merupakan bagian dari sebuah
sistem bisnis, maka dapat dimengerti luasnya pengertian dari e-Business.
b) Dimensi WHO
Siapa saja yang terlibat di dalam eBusiness? Seperti yang
tersirat dalam definisinya, semua pihak atau entiti yang melakukan interaksi
dalam sebuah sistem bisnis atau serangkaian proses bisnis (business process)
merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup eBusiness. Paling
tidak ada tujuh (A sampai G) klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam
mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device,
Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe
eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah
perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang
menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import; atau
D-to-D yang menghubungkan antara dua peralatan canggih teknologi informasi
seperti antara PDA dengan Handphone; atau B-to-F yang menghubungkan sebuah
perusahaan penjual barang- barang kebutuhan rumah tangga dengan berbagai keluarga;
dan lain sebagainya.
c) Dimensi WHERE
Tidak sedikit awam yang mempertanyakan dimana sebenarnya
kegiatan bisnis dapat dilakukan dalam eBusiness. Jawabannya sangat singkat dan
mudah, yaitu dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas
elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis
konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar
perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam eBusiness, interaksi dapat
dilakukan melalui berbagai kanal akses. Di rumah, seorang Ibu dapat menggunakan
telepon atau webTV untuk berkomunikasi dengan perusahaan penjual produk atau
jasa; di kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau
fax; di mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA-nya; di
lokasi keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat
memanfaatkan ATM, Warnet, atau Kios-Kios Telekomunikasi (Wartel) untuk
melakukan hal yang sama. Dengan kata lain, istilah dimana saja untuk melakukan
hubungan dengan siapa saja bukanlah sekedar semboyan yang muluk, tetapi telah
menjadi kenyataan di dalam implementasi eBusiness.
d) Dimensi WHY
Pertanyaan terakhir yang kerap menghantui para pelaku bisnis
tradisional adalah mengapa para praktisi bisnis di seluruh dunia sepakat untuk
mengimplementasikan eBusiness sesegera mungkin sebagai model bisnis di masa
mendatang. Penerapan konsep eBusiness secara efektif tidak saja menguntungkan
perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat (cost cutting),
tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level
pendapatannya (revenue generation) secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang
dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada
masyarakat. Disamping itu, terbukti telah banyak perusahaan yang melakukan
transformasi bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang
bisnis baru di dalam menerapkan konsep e-Business.
Yang tidak kalah menariknya adalah, bahwa dengan menerapkan
konsep jejaring (internetworking), sebuah perusahaan berskala kecil dan
menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan raksasa untuk
menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Dan tidak jarang pula
teradapat sebuah perusahaan berskala kecil (dilihat dari jumlah karyawannya)
yang pendapatannya dapat melebihi perusahaan menengah maupun besar karena
strategi efektif mereka dalam menerapkan eBusiness.
Secara “tidak terduga”, jaringan internet yang tadinya hanya
diperuntukkan bagi lembaga- lembaga penelitian semacam perguruan tinggi
ternyata berkembang dan meluas penggunaannya di kalangan bisnis dan masyarakat.
Akibatnya adalah terhubungkannya beratus-ratus juta manusia (dan terus bertambah)
ke dalam sebuah arena jaringan yang sering dinamakan sebagai dunia maya
(virtual world) tersebut. Dikatakan sebagai dunia maya karena arena ini tidak
dapat dijamah atau diraih secara fisik karena terbentuk dari koneksi hubungan
digital antar berbagai teknologi informasi (komputer dan telekomuniasi).
Disamping itu, dunia maya tidak memiliki batas-batas geografis (borderless)
seperti halnya planet bumi yang terbagi atas beberapa negara.
·
Jenis-jenis
E-Business

1.
B2B (business to business), adalah bisnis yang
dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu
perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan
menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya
transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer
pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B
dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang
tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan
berdasarkan kesepakatan sebelumnya.
2.
B2C (business to consumer), dapat diartikan
sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuah perusahaan (business)
yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer).
Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas
tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada
konsumen yang cukup baik.
3.
Business to Administrator, adalah sebuah
kegiatan memanagement semua aspek bisnis yang dibangun untuk bisa membangun dan
mengembangkan bisnis yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan tujuan dari
pembagun bisnis yang dilakukan. Sebagian besar perusahaan memiliki sebuah
kelompok khusus administrator yang bekerja untuk memastikan hal ini terjadi.
4.
Brokerage, adalah orang yang menyediakan pasar,
brokerage memiliki peran dalam mempertemukan dan memfasilitasi transaksi antara
penjual dan pembeli. Brokerage sering memainkan peran dalam bisnis-to-business
(B2B), business-to-konsumen (B2C), atau konsumen-ke-konsumen (C2C). Keuntungan
didapat oleh brokerage dari komisi yang diberikan oleh pihak yang terlibat
dalam transaksi baik itu penjual atau pembeli.
5.
Seller Driven Market, adalah jenis pasar
penjualan elektronik komoditas, dimana dalam pasar ini terjadi kelangkaan
komoditas atau barang yang mendasar yang mengakibatkan harga menjadi mahal
karena permintaan atas barang / pasokan yang amat tinggi.
6.
Buyer Driven Market, adalah jenis pasar
elektronik yang berlawanan dengan pasar Seller driven market. Dalam pasar ini
bisanya terdapat banyak sekali situs atau penjual yang menawarkan sebuah produk
yang sama sehingga dengan demikian pembeli memilki kesempatan untuk memilih.
Ketika keadaan pasar seperti ini biasanya harga barang yang ditawarkan oleh
penjual akan cenderung murah.
·
Fasilitas
yang harus ada di E-business
Layer 1 : E-business services – Applications Layer
Lapisan paling atas yang langsung berinteraksi dengan user.
Beragam jenis aplikasi e-business yang ada seperti :
1. Selling Chain Management Information System –
sub-sistem yang secara langsung berinteraksi dengan pelanggan agar mereka dapat
dengan mudah mengadakan akses terhadap produk dan jasa yang ditawarkan
perusahaan, terutama yang berhubungan dengan aktivitas transaksi bisnis.
2. Customer Relationship Management Information
System - sub-sistem yang berfungsi sebagai sarana komunikasi efektif
antara pelanggan dengan perusahaan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan
akan informasi maupun bentuk pelayanan lainnya sehubungan dengan produk atau
jasa yang ditawarkan.
3. Enterprise Resource Planning Information System –
sub-sistem yang secara langsung berfungsi mengintegrasikan proses-proses
penciptaan produk atau jasa dari perusahaan, mulai dari dipesannya bahan-bahan
mentah dan fasilitas produksi sampai dengan terciptanya produk jadi yang siap
ditawarkan kepada pelanggan.
4. Management Control Information System – sub-sistem
yang bertanggung jawab memberikan data dan informasi bagi keperluan pengambilan
keputusan manajemen perusahaan dan stakeholder lainnya, baik
keputusan-keputusan yang bersifat strategis maupun taktis sehari-hari
5. Administrative Control Information System –
sub-sistem yang memiliki fungsi utama sebagai penunjang terselenggaranya proses-proses
administasi
E-BIZ
·
Pengertian
E-Business
Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis
yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan
teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk
berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih
efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan
suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani
kepuasan pelanggan secara lebih baik.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis
termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing),
manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik,
penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis.
E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan
dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi
di antaranya.
·
Pengertian
E-Commerce
Pengertian E-Commerce atau definisi e-commerce adalah kegiatan
komersial dengan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa
melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan
komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik,
pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem
pengumpulan data otomatis.
Kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari
e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti:
transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran
(e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi
online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic
data interchange /EDI), dll.
·
E-Business
Vs E-Commerce
Perbedaan yang mendasar
antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan e-commerce memang
benar-benar money oriented (berorientasi pada perolehan uang), sedangkan
e-business berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak
seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja,
relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya. Selain
perbedaan seperti yang telah disebutkan, e-commerce dan e-business juga
memiliki kesamaan tujuan utama yaitu memajukan perusahaan yang lebih besar dari
sebelumnya. E-commerce dan e-business merupakan terobosan yang dapat
mendongkrak penjualan melalui online marketing dan sebagai sarana mempromosikan
produk melalui media Internet.
·
Electronic
Marketing (E-Marketing)
Menurut Chaffey (2009, p417) E-marketing adalah mencapai tujuan
pemasaran melalui penggunaan teknologi komunikasi elektronik. Menurut Strauss
dan Frost (2009, p6) E-marketing adalah satu bagian dari
aktivitas e-business dalam
organisasi. E-marketing merupakan penggunaan teknologi informasi
dalam proses dari pembuatan, komunikasi dan pemberian nilai kepada
pelanggan. E-Marketing mempengaruhi pemasaran secara tradisional
dalam dua cara. Pertama, e-marketing meningkatkan efisiensi dan
efektivitas dalam fungsi pemasaran tradisional. Kedua, e-marketingmengubah
banyak strategi pemasaran.
Sedangkan menurut Mohammed et al. (2003, p4), internet
marketing merupakan proses membangun dan memelihara hubungan dengan
konsumen melalui kegiatanonline untuk memfasilitasi pertukaran ide,
produk, dan layanan yang memuaskan tujuan dan kedua belah
pihak. Mohammed et al. (2003, p4), membagi
definisi internetmarketing menjadi lima komponen, yaitu:
1. Proses
Ada tujuh tahap dari
proses internet marketing yaitu: framing the market
opportunity, formulating the marketing strategy, designing the customer
experience, crafting the customer interface, designing marketing program,
leveraging customer information through technology, dan evaluating the
result of marketing program as a whole. Tujuh tahap tersebut harus
dikoordinasi dan konsisten secara internal.
2. Membangun dan Memelihara Hubungan dengan
Pelanggan
Program pemasaran meliputi tiga tahap dalam membangun hubungan
dengan pelanggan sasaran, yaitu: kesadaran, eksplorasi, dan komitmen. Tetapi
tujuan dariinternet marketing tidak hanya untuk membangun hubungan
dengan pelangganonline, tetapi juga dengan pelanggan offline.
3. Online
Internet marketing tentunya dilakukan
secara online . Hal ini menunjang pemasaran bahwa keberadaan
suatu website tidak hanya
sebagai catalog online tetapi juga dapat berkomunikasi antara
pelanggan dengan perusahaan.
4. Pertukaran
Perubahan yang selalu terjadi harus dapat ditangani oleh
para staf marketing. Teknologi yang kian cepat berubah membuat marketing
haruslah dikelola sekreatif mungkin.
5. Kepuasan dari Kedua Belah Pihak
Tujuan perusahaan di dalam pertukaran adalah untuk
memberikan kepuasan pada kedua belah pihak. Kedua belah pihak ini diantaranya
adalah antara pelanggan dengan perusahaan, pemasok, dengan perusahaan, pemegang
saham dengan perusahaan, karyawan dengan perusahaan. Jika sudah tercapai, maka
pertukaran tersebut bias dikatakan seimbang
-Manfaat E-Marketing
Menurut Mohammed et al. (2003, p96-97)
pengaruh internet marketing terhadap strategi pemasaran
perusahaan ada 4, yakni:
· Peningkatan
segmentasi
Dengan penggunaan internet segmentasi pasar
semakin luas sehingga jangkauan pemasaran karena seluruh konsumen di seluruh
dunia dapat mengaksesnya dengan mudah melalui media tersebut.
· Mengembangkan
strategi lebih cepat dalam cycletime
Dengan perputaran waktu yang lebih cepat dan mudah maka
strategi marketing dapat lebih cepat pula dikembangkan. Strategi marketing dapat
dipengaruhi oleh peningkatan kecepatan yang digunakan
pihak marketing yang saling berbagi informasi melalui internet.
· Peningkatan
pertanggungjawaban dari usaha marketing
Informasi yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah dapat
juga meningkatkan strategi perusahan sehingga kegiatan pemasaran dapat
dilakukan dengan lebih transparan.
· Peningkatan
integrasi strategi pemasaran dengan strategi operasional bisnis.
·
Promosi
Online (e-promotion)
Menurut Kelanohon (2011) promosi online atau e-promotion adalah
kegiatan berpromosi yang dilakukan melalui media internet. Keuntungan
promosi online dengan menggunakan website antara lain:
- International
coverage
Website dapat diakses oleh seluruh pengguna internet
di dunia. Informasi yang disajikan di website dapat diakses dan dibaca
oleh seluruh pengunjung website dari seluruh dunia. Tidak hanya di
Jakarta saja, atau Indonesia saja.
- Lifetime
useful
Selama website aktif, maka informasi yang ingin disampaikan,
dapat diakses. Tidak seperti televisi, koran atau majalah, Iklan di media
konvensional tersebut hanya akan tampil selama 3 menit saja, atau satu
hari saja.
- Complete.
Informasi yang ingin di sampaikan akan lebih lengkap dan
komplit jika menggunakan website sebagai media iklan. Profil perusahaan, harga
produk, cabang/perwakilan, promosi/campaign/diskon sementara karena
keterbatasan tempat dan biaya, maka iklan di TV dan koran, biasanya
sangat singkat.
- Database.
Dapat dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan
database pelanggan.
- Cost
Saving
Website jauh lebih murah jika dibandingkan dengan
iklan di TV atau koran.
RTGS
RTGS (Real-Time Gross Settlement). Sistem RTGS
adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement)
pembayaran yang dilakukan per transaksi (individually processed / gross
settlement) dan bersifat Real-time(electronically processed), di mana rekening peserta dapat di-debit / di-kredit berkali-kali
dalam sehari sesuai dengan perintah pembayaran dan penerimaan pembayaran.
Dengan sistem RTGS, peserta pengirim melalui terminal RTGS
di tempatnya mentransmisikan transaksi pembayaran ke pusat pengolahan sistem
RTGS (RTGS Central Computer /RCC) di Bank Sentral (dalam hal ini Bank
Indonesia) untuk proses settlement. Jika proses settlement berhasil,
transaksi pembayaran akan diteruskan secara otomatis dan elektronis kepada peserta
penerima. Keberhasilan proses settlement tergantung dari kecukupan saldo peserta pengirim karena
dalam sistem BI-RTGS peserta hanya diperbolehkan untuk mengkredit peserta lain.
Dengan kata lain, peserta RTGS harus meyakinkan bahwa saldo rekeningnya di Bank
cukup sebelum Makan peserta tersebut melaksanakan transfer ke perserta RTGS
lainnya.
EFT
Transfer dana elektronik (EFT) adalah transfer elektronik
uang dari satu rekening bank yang lain, baik di dalam satu lembaga keuangan
atau di beberapa lembaga, melalui komputer berbasis sistem dan tanpa intervensi
langsung dari staf bank. EFTS dikenal dengan sejumlah nama. Di Amerika Serikat,
mereka dapat disebut pemeriksaan sebagai elektronik atau e-cek.
·
Istilah tersebut mencakup sejumlah sistem
pembayaran yang berbeda, misalnya:
·
pemegang kartu diprakarsai transaksi,
menggunakan kartu pembayaran seperti kredit atau debit card
·
langsung deposito pembayaran yang dilakukan oleh
pembayar
·
debit langsung pembayaran yang bisnis mendebit
konsumen rekening bank untuk pembayaran untuk barang atau jasa
·
wire transfer melalui jaringan perbankan
internasional seperti SWIFT
·
pembayaran tagihan elektronik di perbankan
online , yang dapat disampaikan oleh EFT atau cek kertas
·
transaksi yang melibatkan nilai yang tersimpan
dari uang elektronik , mungkin dalam mata uang pribadi .
Perbedaan
E-banking dengan e-payment
·
E-Banking

1. Pengertian
E-banking
E-banking adalah salah satu sektor yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi adalah perbankan, penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi di sektor perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor
lainnya. Perbankan elektronik mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang
berkembang pesat akhir-akhir ini. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan
perbankan di “garis depan”, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) perbankan,
dan beberapa kelompok lainnya bersifat “garis belakang”, yaitu
teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, ‘merchant, atau
penyedia jasa transaksi..
contoh layanan E banking :
contoh layanan E banking :
a. Anjungan
Tunai Mandiri (Automated Teller Machine)
b. Sistem
Aplikasi Perbankan (Banking Application System)
c. Sistem
Penyelesaian Bruto Waktu-Nyata (Real-Time Gross Settlement System)
d. Perbankan
Daring (Internet Banking)
e. Sistem
Kliring Elektronik
2. Pengertian M-Banking
Arti
istilah Mobile Banking dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut atau
disingkat dengan M-Banking. Fasilitas perbankan melalui komunikasi bergerak
seperti handphone. Dengan penyediaan fasilitas yang hampir sama dengan ATM
kecuali mengambil uang cash.
contoh layanan M banking :
contoh layanan M banking :
a. Transfer dana
b. Informasi
saldo, mutasi rekening, Informasi nilai tukar
c. Pembayaran
(kartu kredit, PLN, telepon, handphone, listrik, asuransi)
d. Pembelian (pulsa
isi ulang, saham)
3. Penerapan
E-Banking
· Manajemen
resiko dalam penyelenggaraan kegiatan internet banking
Peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia terkait dengan pengelolaan atau manajemen risiko penyelenggaraan kegiatan internet banking adalah Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/18/DPNP, tanggal 20 April 2004 tentang Penerapan Manajemen Risiko Pada Aktivitas Pelayanan Jasa Bank Melalui Internet (Internet Banking)
Peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia terkait dengan pengelolaan atau manajemen risiko penyelenggaraan kegiatan internet banking adalah Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/18/DPNP, tanggal 20 April 2004 tentang Penerapan Manajemen Risiko Pada Aktivitas Pelayanan Jasa Bank Melalui Internet (Internet Banking)
· Pengendalian
pengamanan (security control)
A. Bank harus melakukan
langkah-langkah yang memadai untuk menguji keaslian (otentikasi) identitas dan
otorisasi terhadap nasabah yang melakukan transaksi melalui internet banking.
B. Bank harus menggunakan
metode pengujian keaslian transaksi untuk menjamin bahwa transaksi tidak dapat
diingkari oleh nasabah (non repudiation) dan menetapkan tanggung jawab dalam
transaksi internet banking.
C. Bank harus
memastikan adanya pemisahan tugas dalam sistem internet banking, database dan
aplikasi lainnya.
D. Bank harus memastikan
adanya pengendalian terhadap otorisasi dan hak akses (privileges) yang tepat
terhadap sistem internet banking, database dan aplikasi lainnya.
E. Bank harus
memastikan tersedianya prosedur yang memadai untuk melindungi integritas data,
catatan/arsip dan informasi pada transaksi internet banking.
F. Bank harus
memastikan tersedianya mekanisme penelusuran (audit trail) yang jelas untuk
seluruh transaksi internet banking.
G. Bank harus mengambil
langkah-langkah untuk melindungi kerahasiaan informasi penting pada internet
banking. Langkah tersebut harus sesuai dengan sensitivitas informasi yang
dikeluarkan dan/atau disimpan dalam database.
· Manajemen
Resiko Hukum dan Risiko Reputasi
A. Bank harus memastikan
bahwa website bank menyediakan informasi yang memungkinkan calon nasabah untuk
memperoleh informasi yang tepat mengenai identitas dan status hukum bank
sebelum melakukan transaksi melalui internet banking.
B. Bank harus mengambil
langkah-langkah untuk memastikan bahwa ketentuan kerahasiaan nasabah diterapkan
sesuai dengan yang berlaku di negara tempat kedudukan bank menyediakan produk
dan jasa internet banking.
C. Bank harus memiliki
prosedur perencanaan darurat dan berkesinambungan usaha yang efektif untuk
memastikan tersedianya sistem dan jasa internet banking.
D. Bank harus
mengembangkan rencana penanganan yang memadai untuk mengelola, mengatasi dan
meminimalkan permasalahan yang timbul dari kejadian yang tidak diperkirakan
(internal dan eksternal) yang dapat menghambat penyediaan sistem dan jasa
internet banking.
E. Dalam hal sistem
penyelenggaraan internet banking dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing),
bank harus menetapkan dan menerapkan prosedur pengawasan dan due dilligence
yang menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengelola hubungan bank dengan pihak
ketiga tersebut.
·
E-Payment
E-Payment
suatu sistem menyediakan alat-alat untuk pembayaran jasa atau barang-barang
yang dilakukan di Internet. Didalam membandingkan dengan sistem pembayaran
konvensional, pelanggan mengirimkan semua data terkait dengan pembayaran kepada
pedagang yang dilakukan di Internet dan tidak ada interaksi eksternal lebih
lanjut antara pedagang dan pelanggan.
E-Payment adalah pembayaran elektronik melalui sms, atau online service seperti
internet online bangking.
E-payment adalah suatu sistem yang mengotomatisasikan beberapa sub-sistem dimana pembayaran yang meliputi cicilan rumah, kartu kredit, berbagai pinjaman nasabah yang memudahkan transaksi pembayaran secara online dimana internet merupakan salah satu interface media pembayaran
E-payment adalah suatu sistem yang mengotomatisasikan beberapa sub-sistem dimana pembayaran yang meliputi cicilan rumah, kartu kredit, berbagai pinjaman nasabah yang memudahkan transaksi pembayaran secara online dimana internet merupakan salah satu interface media pembayaran
-
Terdapat beberapa sistem pembayaran (E-Paymen
System) :
1.Micropayment
2.E-wallet
3.E-cash / Digital Cash
4.Credit Card, Smartcard
5.Electronic Bill Presentment and Payment
1.Micropayment
2.E-wallet
3.E-cash / Digital Cash
4.Credit Card, Smartcard
5.Electronic Bill Presentment and Payment
-
Jenis Layanan E-Payment
-
Electronic banking
-
Bukan uang baru
-
Hanya cara untuk mengakses servis bank biasa
-
Stored value systems (cards)
-
Uang baru
-
Alternatif dari mata uang yang dikeluarkan oleh
pemerintah
-
Payment Gateway di Indonesia
-
Commerce.net
www.commerce.net.id
www.commerce.net.id
-
CIPAS Internet Payment Acquiring Software
www.cipas.com
www.cipas.com
·
E-Trading
Sebelum mengenal lebih jauh tentang etrading mungkin anda
harus pahami tentang saham itu sendiri, mungkin bagi anda yang pemula muncul
berbagi pertanyaan apa sih saham itu dan bagaimana cara jual belinya?
saham adalah surat kempemilikan tentang suatu saham di suatu
perusahaan. sedangkan untuk melakukan teransaksi jual beli anda bisa
menggunakan securities, namun dari beberapa securities yang ada di indonesia
yang sudah online adalah E-trading securities. Online Trading adalah suatu
sistem perdagangan secara Online yaitu lewat perangkat teknologi internet,
dimana dengan sistem ini investor tidak perlu lagi datang atau repot menelepon
kantor pialang (broker), karena cukup dengan akses internet yang sekarang bisa
dengan mudah anda dapat, anda bisa duduk dirumah sambil menikmati hidangan kopi
dan bermain dengan keluarga, nongkrong diwarnet atau kafe yang memiliki layanan
internet Hotspot dan lain-lain. Semua informasi harga dan eksekusi investasi
bisa dilakukan, dimana saja dan kapan saja selagi anda bisa berhubungan dengan
si dunia maya ini. Dengan demikian Online Trading ini telah menjadi tren
alternatif investasi yang mudah dan murah diabad teknologi informasi ini.
-
Kelebihan E-trading
Kelebihan lain dari Online Trading ini
yaitu Leverage dan Two Ways Opportunity , dimana dengan
adanya Leverage investor hanya perlu menyetor modal sebesar 4 – 10 %
saja dari totalinvestasi yang diperlukan, dan Two Ways
Opportunity yaitu kemungkinan bisa mendapatkankeuntungan saat nilai tukar
mata uang menguat ataupun melemah, selain itu investor juga dapatsecara aktif
mengendalikan sendiri resiko investasinya menjadi seminimal mungkin.
E-trading sendiri menggunakan sistem HOTS2 yang dimana
sistem ini bisa mendapat kemudahahan diantaranya :
1. anda bisa memantau pergerakan saham perditiknya langsung
dari BEI (real time)
2. anda bisa membandingkan dua saham dua saham sekaligus
(mini order)
3. anda dapat mementau saham-saham yang akan anda perhatikan
4. anda dapat penarikan dana secara online
5. anda dapat melaihat kepemilikan saham yang anda miliki
(portofolio)
6. fee transaksi yang bisa di nego
-
Kekurangan E-trading
a. Keamanan sistem
rentan diserang
Terdapat sejumlah
laporan mengenai website dan basis data yang dihack, dan berbagai lubang
kelemahan keamanan dalam software. Hal ini dialami oleh sejumlah perusahaan
besar seperti lembaga perbankan. Masalah keamanan ini menjadi sangat pnting
karena bila pihak lain yang tidak berwenang bisa menembus sistem maka dapat
menghancurkan bisnis yang telah berjalan.
b. Persaingan tidak sehat
Di bawah tekanan untuk berinovasi dan membangun bisnis untuk
memanfaatkan kesempatan yang ada dapat memicu terjadinya tindakan ilegal yaitu
penjiplakan ide dan perang harga.
c. Masalah kompabilitas teknologi lama dengan yang
lebih baru
Dengan perkembangan dan inovasi yang melahirkan teknologi
baru, sering muncul masalah yaitu sistem bisnis yang lama tidak dapat
berkomunikasi dengan infrastruktur berbasis web dan internet. Hal ini memaksa
perusahaan untuk menjalankan dua sistem independen yang tidak dapat saling
berbagi, hal ini dapat mengakibatkan pembengkakan biaya.
·
eBid
eBid adalah lelang online situs yang didirikan
pada bulan Desember 1998. eBid beroperasi di dua puluh tiga negara di mana
memungkinkan penjual, Inggris Raya , Amerika Serikat , Kanada , Australia , Irlandia ,Belgia , Austria , Italia , Perancis , Jerman , Spanyol , Belanda , Denmark , Hong Kong , India , Norwegia ,Selandia Baru , Portugal , Swedia , Singapura , Afrika Selatan , Brazil , Malaysia dan daftar ke pembeli di lebih dari 100
negara. eBid menggunakan layanan pembayaran online sendiri PPPay [1] untuk
memungkinkan pembeli dan penjual untuk membayar satu sama lain dalam Euro dan
Poundsterling, meskipun anggota tidak dibatasi untuk menggunakan bentuk
pembayaran: Paypal dan Skrill (Moneybookers) juga terintegrasi metode pembayaran
. Penjual dan pembeli dapat menggunakan metode pembayaran dengan
kesepakatan bersama, tetapi ini tidak akan diintegrasikan.Properti lelang dasar
tentang eBid gratis dan nol atau nilai akhir sebagian kecil biaya dibayar pada
penjualan item.
·
Sumber


